Home Berita 45 Guru Ikuti Workshop Kurikulum Pendidikan Inklusif, Penjas Adaftif dan Futbolnet

45 Guru Ikuti Workshop Kurikulum Pendidikan Inklusif, Penjas Adaftif dan Futbolnet

95
0

Brebes, PORTAL NUBrebes

Organisasi NU melalui lembaga Pendidikan Ma’arif NU merasa terpanggil untuk memperhatikan dan memenuhi hak anak berkebutuhan khusus (ABK), salah satunya melalui piloting pendidikan inklusi.

Workshop ini merupakan cikal bakal pendidikan inklusi. Mereka yang dilatih agar mendapatkan ilmu Inklusi untuk mengenal lebih luas terkait kebutuhan sarana prasana dan inovasi metode pembelajarannya.

Ungkap H.Moh.Robikhun,S.Ag.M.Pd selaku  Ketua PC LP Ma’arif NU Kab.Brebes pada acara workshop Pendidikan Inklusi di Gedung NU, Brebes (6/6/2019).

Lanjut Robikhun, selain itu PC LP Ma’ arif NU Brebes juga mendukung Gerakan Kembali Bersekolah yang menjadi program inovasi pemerintah Kabupaten Brebes. Jaringan Lembaga Pendidikan Ma’ arif siap menerima Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Berkebutuhan Khusus Lewat Jalur Pendidikan Formal di Lembaga Pendidikan Ma’arif  NU.

Sementara itu Kepala Perwakilan Unicef Jatim Jateng Arie Rukmantara mengatakan, jangan ada diskriminasi bagi anak saat belajar di sekolah, semua anak harus memperoleh pelayanan pendidikan yang sama dan berkualitas.

“Sebagian kecil memang anak berkebutuhan khusus yang usia sekolah belum sekolah, sehingga Unicef memandang perlu agar daerah untuk mampu memenuhi hak anak melalui lembaga pendidikan. Khusus di Kabupaten Brebes program inklusi ini menjadi salah satu cara untuk mengembalikan anak ke sekolah melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GKB),” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua penyelenggara kegiatan dari LP Ma’arif PWNU Jateng Drs. Sahidin, M.Si, Workshop seperti ini sudah dilaksanakan oleh LP Ma’arif PWNU yang ke tiga kalinya dan di Brebes giliran ke empat.

“Harapan dari workshop ini untuk mempersiapkan guru agar mampu memberikan pelayanan yang sama baiknya kepada semua siswa baik ABK maupun non ABK, dan madrasah siap mendeklarasikan diri untuk menjadi madrasah inklusi,” ungkapnya.

Adapun Intervensi LP Maarif PWNU Jateng untuk program Inklusi di 4 Kabupaten di Jawa Tengah. “Empat kabupaten yang menjadi sasaran piloting meliputi Kabupaten Semarang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes dengan dukungan dana bersumber dari hibah UNICEF”, jelas R Andi Irawan, ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah. Andi juga menjelaskan bahwa di samping program piloting pendidikan inklusi yang merupakan program kemitraan dengan Unicef, LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah juga menyiapkan tim untuk melakukan pendampingan persiapan pendidikan inklusi di kabupaten dan madrasah atau sekolah yang tidak menjadi sasaran program kerjasama dengan Unicef.

Hadir pada pertemuan tersebut sebanyak 45 orang dari unsur tiga madrasah utama intervensi yakni MI Ikhsaniyah Siwungkuk Kecamatan Wanasari, MI Ma’arif NU Dukuhmaja Kecamatan Songgom, MTS Assalafiyah Sitangal Ma’arif, keterwakilan inklusi diseminasi meliputi SD Kalierang 3, SD Ma’arif NU Desa Cenang Kecamatan Songgom, dan SMP Mambaul Hikmah Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba, pengawas MI dan MTS, Pengawas SD, KKM MIN, KKM MTsn dan KKM MI Ma’arif, KKM MTs Ma’arif, K3S SD, K3S SMP dan Pengurus Ma’arif Kabupaten Brebes. (jilum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here