Home Sejarah Abu Hanifah Belia dan Ayahnya, Tsabit. (Mengaji pada Sahabat Nabi)

Abu Hanifah Belia dan Ayahnya, Tsabit. (Mengaji pada Sahabat Nabi)

94
0

Ketika berumur 16 Tahun, Abu Hanifah pergi bersama ayahnya untuk menunaikan haji, ziarah ke makam Nabi dan masjid Nabawi.

Al Imam Abu Yusuf, murid Imam Abu Hanifah berkata, Aku mendengar Imam Abu Hanifah menuturkan,

” Aku berangkat haji bersama dengan ayah ku Tsabit] pada tahun 96 H. Saat itu aku baru berumur 16 tahun. Kemudian kami bertemu dengan seorang Syaikh yang sedang dikerumuni banyak manusia.”

Aku (Imam Abu Hanifah) bertanya pada ayahku, “Siapakah gerangan Syaikh ini ayah?” Sambil menunjuk tokoh yang ia maksudkan.

” Ini adalah orang yang termasuk sahabat Nabi. Yang bernama Abdullah bin Juzu’.” Lalu aku kembali bertanya pada ayah ku,

” Apa keistimewaan Syaikh ini, sehingga ramai orang mengerubutinya?”

Ayahku menjawab, ” Dia memiliki beberapa banyak hadits yang didengarnya langsung dari Nabi shallallahu alayhi wa sallam.”

“Antarkan aku pada nya ayah!!” Pinta Abu Hanifah yang masih belia itu.

Namun justru, beliau lah yang mendekat pada ku. Sungguh, orang yang berkerumun sangat bergembira atas Syaikh ini. Lalu Abu Hanifah berkata, “Aku mendengar darinya (Abdullah bin Juzu’) bahwa Rasulullah berkata,

“Barang siapa bertafaqquh; sungguh-sungguh belajar ilmu agamaNya, maka niscaya –dengan fadlalNya–, Allah menghilangkan kesusahannya. Dan memberinya rizki dengan cara yang tak terduga.”

Radliyallahu anhum wa ardlahum ajmain.

Abdul Haq

(Direktur Aswaja Centre PCNU Brebes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here