Home Aswaja Nusantaraku, Islamnya Luar Biasa

Nusantaraku, Islamnya Luar Biasa

71
0

 Rosul Sholallahu ‘alaihinwa sallam bersabda:

خصلتان لا شيء أفضل منهما الإيمان بالله والنفع للمسلمين

Ada dua hal yang merupakan anugerah pemberian Allah yang sangat-sangat luar biasa dan sangat agung, yang pertama yaitu nikmat dikaruniai hidayah untuk mengimani Allah Tuhan kita yang sempurna, baik Dzatnya, Sifat-sifatnya ataupun Af’alnya (perbuatannya) yang tak serupa dengan seluruh mahluk-Nya.

Maka sebagai orang Indonesia hukumnya adalah wajib berterimakasih pada para da’i (muballigh) yang menyebarkan islam kebumi Nusantara Indonesia terutama para ulama yang masyhur dengan sebutan “Wali Songo”, karena syarat masuk surga adalah aqidah atau keimanan yang benar dan karena “piwulang” merekalah kita bisa beriman.

Ajaran islam  yang diajarkan wali songo adalah ajaran islam yang benar-benar sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rosulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat-Nya.

Ajaran inilah yang kemudian hari masyhur dengan sebutan “ahlus sunnah wal jama’ah”, satu satunya kelompok yang oleh Rosulullah sholallahu saw dikatakan akan selamat diakhirat (mesti masuk surga).

Dalam berbagai riwayat Rosulullah saw memberikan ciri pada kelompok yang selamat ini dengan 3 ciri, pertama adalah “ما أنا عليه اليوم و أصحابي” yang artinya adalah sebuah kelompok yang secara aqidah & ahkam meniru persis pada aqidah & ahkamnya baginda Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau. Ini sama dengan isi kalimat “الجماعة”  yang merupakan ciri  kedua yang disabdakan oleh Sang Nabi.

Yang ketiga cirinya lagi adalah “السواد الأعظم” artinya adalah kelompok paling banyak didunia (mayoritas), dan faktanya kelompok mayoritas dibelahan dunia dari dulu hingga kini adalah ahlus sunnah wal jama’ah yang juga dianut oleh penduduk nusantara kita semenjak dahulu hingga sekarang.

Ahlus sunnah wal jama’ah adalah kelompok yang aqidahnya tak pernah bertentangan dengan dua sumber utama yaitu al Qur’an & al Hadits, sebuah kelompok yang nyata betul mengikuti tuntunan Nabi & para sahabatnya.

Isi kandungan aqidah yang orisinil ini, banyak dibukukan oleh para ulama kita, agar generasi dibawah dapat ikut merawat aqidah yang benar walaupun disana sini banyak orang-orang yang ingin menyimpangkan aqidah Nabi mulai dari zaman sahabat sampai sekarang, seperti kaum Khawarij, Qodariyyah, Jabariyyah, Murji’ah, Mu’tazilah, Wahabi (musyabbihah/ mujassimah) dan sejenis mereka.

Para ulama sepakat bila ada kalimat “ahlus sunnah wal jama’ah” maka yang dimaksud adalah pengikut dua ulama besar yaitu Imam Abul Hasan Al Asy’ari & Imam Abu Manshur Al Maturidi, ini disebabkan karena karya-karya beliau yang dibukukan adalah karya yang paling lengkap isinya tentang aqidahnya Nabi & para sahabatnya. Selain dua ulama tersebut juga masih banyak lagi ulama-ulama yang mampu membukukan ajaran aqidah aswaja akan tetapi tidak semasyhur beliau berdua.

KH. Hasyim Asy’ari ulama besar asli Indonesia yang berjuluk sang peletak batu pertama kemerdekaan Indonesia mengatakan dengan bahasa sederhana namun sangat mengena : ” Yang dimaksud dengan ahlus sunnah wal jama’ah adalah kelompok umat islam yang dalam hal aqidah mengikuti rumusan dan pendapatnya Imam Abul Hasan Al Asy’ari & Imam Abu Manshur Al Maturidi, dalam bidang fikih mengikuti salah satu dari empat madzhab yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i & Imam Hanbali, sedangkan dalam bidang ahlak_tasawwuf mengikuti Imam Junaid Al Baghdadi, Imam Ghozali & Imam Abul Hasan Asy Asyadzili.

Dinusantara kita tercinta, baik aqidah maupun ahkam yang nyata betul orisinil substansinya dari ajaran Sang Nabi dirawat betul, dijaga dan dikembangkan oleh jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Kedua yang termasuk anugerah agung lagi dari Allah swt adalah manakala kita sebagai manusia bisa bermanfaat untuk umat islam.

Bermanfaat pada yang lain itu bisa dengan ilmu kita, harta benda kita, badan (tenaga) kita ataupun dengan jabatan kita baik jabatan sipil ataupun jabatan yang lain.

Dan semoga ditahun politik yang penuh fitnah ini kita bisa lebih bisa bermanfaat bagi yang lain dengan selalu menjaga kondusifitas keamanan bangsa, mengeratkan golongan-golongan yang sedang renggang dan saling baku hantam dengan kita berpijak pada ajakan hikmah dan mauidzotil hasanah. (Muhammad Mawardi)

Penulis adalah Ketua PC LBM NU Brebes dan Pengasuh MT Ats Tsaqofah Rancawuluh Bulakamba Brebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here