Home Berita Serangan Drone Hutsi Menewaskan Lebih Dari 6 Tentara di Parade Militer Pasukan...

Serangan Drone Hutsi Menewaskan Lebih Dari 6 Tentara di Parade Militer Pasukan Dukungan Koalisi di Yaman Selatan

221
0

Pada tanggal 10 Januari 2019, serangan drone Hutsi terjadi saat parade militer pasukan yang setia pada koalisi pimpinan Arab Saudi-UEA yang menewaskan sedikitnya 6 tentara. Serangan itu menghantam sebuah pangkalan militer di distrik al-Anad lalu kemudian terjadi sebuah ledakan keras yang mengguncang daerah itu.

Menurut Sky News Arabia dengan mengutip sumber-sumber lokal, serangan itu menewaskan beberapa pejabat dari pemerintah yang didukung koalisi: kepala Staf Umum, Jenderal Abdullah al-Nakhai, gubernur Lahj Ahmad Abdullah al-Turki, Brigjen. Jenderal Thabet Jawas, dan juru bicara distrik militer keempat, Mohammed al-Naqib. Enam tentara juga terbunuh.

Sky News Arabia juga menerbitkan video segera setelah serangan itu.

Saluran TV Pro-Hutsi, al-Masirah mengatakan serangan itu dilakukan oleh orang yang sedang terluka. “Sebuah pesawat tak berawak menargetkan agresor dan tentara bayarannya di Pangkalan Udara Al-Anad di provinsi selatan Lahj, meninggalkan puluhan orang tewas dan terluka” mengutip dari Al-Masirah.

Menurut Sky News Arabia, Nabil al-Quaiti, dari dalam pangkalan militer Anad, mengatakan sebuah pesawat tak berawak muncul di tempat para perwira senior duduk sekitar pukul 9.30 waktu setempat dan meledak di atasnya.

Al-Quaiti mengatakan dalam sebuah wawancara telepon dengan Sky News Arabia bahwa pesawat meledak sekitar 300 meter dari tempat parade militer, dan waktu antara mendengar suara dengan ledakan tidak melebihi 7 detik.

Dia mencatat bahwa pesawat itu melakukan perjalanan di ketinggian rendah, tampaknya mungkin untuk menghindari deteksi sistem anti-pesawat yang tersebar di pegunungan sekitar pangkalan militer.

Belum jelas apakah ada pejabat militer dari Arab Saudi atau UEA yang hadir di parade militer. Sebagaimana diketahi, Koalisi yang dipimpin Arab Saudi-UEA memulai intervensi di Yaman pada tahun 2015 dan sejak itu berperang dengan Hutsi.

Meski dilaporkan ada kemajuan dalam perundingan perdamaian yang diperantarai oleh PBB pada Desember 2018, tampaknya konflik masih jauh dari terselesaikan. Selama pembicaraan, Hutsi dan pemerintah yang didukung Saudi sepakat untuk gencatan senjata di kota pelabuhan strategis al-Hudaydah menarik pasukannya masing-masing.

Hutsi mengatakan pada November 2018 bahwa mereka menghentikan serangan drone dan rudal di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan sekutu Yaman mereka, tetapi ketegangan meningkat baru-baru ini tentang bagaimana menerapkan kesepakatan damai yang disponsori PBB.

Konfrontasi antara Hutsi dan koalisi yang dipimpin Saudi, Menurut sebuah laporan oleh Sky News Arabia, pasukan pemerintah yang didukung koalisi mengambil kendali atas situs-situs strategis di daerah Al-Shuraijah dan Qubaita di utara provinsi Lahj.

Pasukan pemerintah terus bergerak maju menuju Jabal al-Qaher, yang menghadap garis Al-Rahda-Aden, setelah mendapatkan kembali kendali atas Jabal Khallala, tenggara Al-Rahedah, di provinsi Taiz, dan sejumlah lokasi di sekitarnya di distrik Qubaytah utara Lahj.

Ada kemungkinan bahwa serangan pesawat tak berawak ke parade militer adalah tanggapan terhadap kemajuan koalisi pimpinan Saudi baru-baru ini di sekitar provinsi Lahj.

Sumber : https://southfront.org

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here