Home Hikmah Merdeka dan Perkutut Mbah Kyai Hasyim

Merdeka dan Perkutut Mbah Kyai Hasyim

249
0

Cerita tak terlupakan dari guru -a-i-u- saya, Almarhum. KH. Tahmid Syihabuddin, Jagalempeni, Wanasari, Brebes, Jateng. Salah satu santri, abdi dalem Hadlrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari (rohimahullah) selama 21 tahun

***

Setiap khatam kitab Fathul Qorîb yang menjadi wiridan rutin, yang diakhiri dengan kitabul ‘Itqi [memerdekakan budak], Mbah Yai Hasyim Asy’ari selalu menceritakan kejadian yang beliau alami sendiri.

Karena ada keperluan ke luar kota, Kyai berpesan pada anak ndalem [khodim atau santri peladen] agar tak lupa memberi makan dan minum burung-burung perkutut kesayangan beliau.

Entah karena apa, kang santri lupa memberi makan dan minum salah satu kutut itu. Dan akhirnya kutut itu mati. Selang beberapa hari setelah pulang dari perjalanan memenuhi undangan, Mbah Yai sangat kaget bahwa salah satu kututnya mati. Tak dibuat-buat, beliau menangis sejadi-jadinya.

Beliau bergegas…. sontak bergerak.
Semua kandang burung yang dikerek di halaman, yang digelantungkan di ndalem beliau turunkan sendiri. Lalu satu per satu burung-burung itu dibebaskan ke udara.

Antum ‘utaqö’, Kalian merdeka! Kalian bebas….! Terbanglah kalian! Aku takut burung –yang mati– ini menghalangiku menuju ke surga Mu Ya Allah.”

Setelah kejadian itu beliau tak pernah memelihara kutut lagi.

***

Hanya karena seekor burung beliau takut terhalangi ke surga Nya?, Bagaimana dengan 250 juta bangsa Indonesia jika tak sebenarnya merdeka?! (Abdul Haq)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here